Jakarta, 27/8/2007 (Kominfo Newsroom) – Pemerintah Jepang sangat menaruh perhatian terhadap masalah keamanan laut dan memilih kerjasama dengan Bakorkamla guna menjaga kestabilan jalur ekonomi di perairan Selat Malaka.
"Keinginan pemerintah Jepang untuk bekerjasama dengan Bakorkamla ini disampaikan pada saat PM Jepang Shinzo Abe datang ke Indonesia beberapa waktu lalu," kata Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla, Laksamana Madya TNI Djoko Sumaryono, kepada pers di Jakarta, Senin (27/8).
Menurut Djoko, sebenarnya keinginan Jepang adalah ingin terjun langsung dalam pengamanan laut di Selat Malaka tapi pihak Indonesia dan negara-negara di perairan Selat Malaka tersebut berkeberatan.
Namun demikian, pihak Jepang memahami persoalan tersebut sehingga Jepang beringinan untuk ikut berpartisipasi di dalam pengamanan laut tersebut. Keinginan Bakorkamla sendiri sebenarnya dalam kerjasama itu, hanya berskala yang moderat artinya mengarah kepada kapasitas building atau pihak Jepang membantu dengan cara menyediakan alat navigasi dan alat deteksi di perairan Selat Malaka.
Selain itu, pihak Jepang sendiri selama ini dibatasi oleh Institusi sehingga tidak bisa langsung mengamankan perairan jalur perhubungan di Selat Malaka dengan intervensi militer.
Oleh karena itu, pihak Jepang hanya berkeinginan berpartership dengan Badan pengelola keamanan laut di Indonesia seperti Bakorkamla tersebut.
Menurutnya, kerjasama itu, pihak Jepang melakukannya melalui JICA, atau Jepang Fundation dan Costguard. (T.Yr/toeb/b)