Surabaya, 31/8/2007 (Kominfo-Newsroom) - Kepala Cabang PT Jasa Marga (Persero) Jalan Tol Surabaya-Gempol Subakti Sjukur mengemukakan, pihaknya akan merevisi target pendapatan pada tahun 2007 ini menjadi Rp105 miliar dari target pendapatan sebelumnya yang dipatok sebesar Rp180 miliar.
"Kami terpaksa merevisi pendapatan, karena tidak berfungsinya ruas jalan tol Waru-Gempol yang tergenang lumpur Lapindo otomatis menurunkan pendapatan kami. Jadi kami hanya menargetkan pendapatan Rp105 miliar sampai akhir tahun ini," jelasnya di Surabaya, Jumat (31/8).
Target pendapatan tersebut, juga lebih rendah dibanding pendapatan yang diperoleh pada 2006 yang mencapai Rp114 miliar. Dan tahun 2005 lalu yang hanya mencapai Rp126 miliar.
Meski pendapatan turun, pada 2006 lalu dengan target sebesar Rp114 miliar, pihaknya masih mengalami keuntungan sebesar Rp38 miliar. Itu karena ruas jalan tol Porong-Gempol praktis ditutup baru per Mei 2006, namun tahun ini otomatis pendapatan dan keuntungan yang diperoleh bakal menyusut.
Untuk itu, sebagai antisipasi terganggunya ruas jalan tol Waru-Gempol, pihaknya akan lebih mengoptimalkan ruas jalan Tanjung Perak-Waru PP sebagai pengganti ruas jalan tol Waru-Gempol.
"Kami akan lebih mengintensifkan ruas jalan tol Tanjung Perak-Waru dengan meningkatkan kenyamanan dan layanan," ujarnya seraya menambahkan, selain fokus ke pendapatan tarif, pihaknya juga mulai memfokuskan ke layanan menjelang lebaran.
Rencananya, gerbang tol Waru akan diperlebar lagi mengingat saat Lebaran arus kendaraan akan sangat padat. Selain itu juga, kami akan memasang kamera CCTV untuk fungsi pengawasan dan keamanan. (www.detiksurabaya.com/hsn/toeb)