Kirim Berita

ANGKA KEMISKINAN DI INDONESIA MASIH RELATIF TINGGI

Sumenep, 31/8/2007 (Kominfo-Newsroom) - Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyatakan, angka kemiskinan di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu 37,1 juta jiwa dari keseluruhan 220.000.000 penduduk.

 “Hal tersebut terjadi akibat ada yang salah dalam pengelolaan manajemen negara, sehingga perlu pembenahan dan menjaga stabilitas lebih baik,” kata Mensos dalam kunjungan dan silaturahmi pada tasyakuran masjid Jami` An-Nuqayah serta peletakan batu pertama pembangunan Asrama Puteri Pondok Pesantren An-Nuqayah Lubangsa Raya Guluk-guluk, Kamis (30/8).

Dikatakannya, konsekuensi negara yang masih tinggi angka kemiskinannya, maka derajatnya akan turun dimata dunia. Harga diri bangsa jadi rendah. Oleh karenanya, perlu upaya nyata dalam mengentas kemiskinan oleh pemimpin negara maupun masyarakat.

"Harga diri bangsa tergantung pada stabilitas dengan meningkatkan semangat kerja. Jika Kehidupan rakyat makmur maka derajat kita akan terangkat," tegasnya.

Dalam kunjungannya di Pulau Garam ini, Mensos didampingi staf khususnya, Imam Suharjo dan Sekretaris Direktur Pemberdayaan, Totok Utomo serta sejumlah pejabat Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur. Tampak hadir juga Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM serta Alim Ulama dan Tokoh masyarakat setempat, serta para santriwan dan santriwati

Sementara dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Guluk-guluk Sumenep itu, ia menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp75.000.000. (www.jatim.go.id/hsn/toeb)


<<< Kembali ke halaman sebelumnya 
 
   COPYRIGHT� 2005 DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA, BADAN INFORMASI PUBLIK