Kirim Berita

PEMPROV DKI LANJUTKAN REVITALISASI KOTA TUA

Jakarta, 31/8/2007 (Kominfo-Newsroom) – Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemprov DKI Jakarta Aurora Tambunan mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melanjutkan kegiatan revitalisasi kota tua yang berada di wilayah ibukota  mulai 28 September 2007 mendatag.

Revitalisasi kota tua tahun 2007 lalu dilaksanakan di Jalan Pintu Besar Utara, rencananya tahun ini akan dikerjakan di Taman Fatahilah termasuk dengan selasar diantaranya sebelah café Batavia dan gedung kantor pos yang dulunya banyak terdapat pedagang kaki lima (PKL).

“Jadi kalau kita berdiri dari depan Museum Fatahilah kemudian melihat ke utara, itu sudah kosong (tidak ada PKL) dan jalur sejarahnya dulu itu di utara ada Gerbang Amsterdam tapi sekarang sudah tidak ada,” ujar Ourora kepada pers di Bakaikota, Jumat (31/8)..

Jika menyusuri jalan tersebut terus ke arah utara bisa sampai ke daerah Bahari, dan dipojok antara selasar dengan Taman Fatahilah itu nanti terdapat archeological  show case seluas 2 x 6 m, karena pada zaman dahulu di daerah itu terdapat double track trem.

”Kita kan tidak pernah melihat lagi sekarang. Itu digali lalu dirapihkan jadi orang bisa melihatnya, diatasnya akan ditutup kaca. Dahulu trem lewat disitu. Nanti 28 September 2007 insya allah sudah ada juga dua mobil dari Dinas Perhubungan (Dishub) berbentuk troli,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan meluncurkan Batavia Art Festival yang rutiin dilaksanakan di Jalan Pintu Besar Utara, Jakarta pada 2 September 2007 mendatang. Sebelumnya pihaknya telah menggelar kegiatan festival kota tua.

Kawasan itu nantinya akan rutin/secara periodik dijadikan kawasan budaya dengan merevitalisasi kota tua tidak hanya secara fisik, karena sekarang ini seolah-olah hanya revitalisasi fisik yang dilakukan.

Aurora menjelaskan, revitalisasi fisik merupakan langkah pertama merevitalisasi kota tua yang seharusnya diikuti dengan revitalisasi ekonomi dan revitalisasi budaya.

Untuk itu, dia meminta warga Jakarta ikut berpartisipasi dalam proses revitalisasi kota tua ini. Masyarakat diminta turut menjaga dan memelihara bangunan tua yang mereka miliki karena bangunan tersebut memiliki nilai sejarah dan nilai ekonomis.

Kalau bangunan di kawasan kota tua itu dijadikan bangunan yang bernilai ekonomis, maka bangunannya bisa terjaga dengan baik dan bisa menghasilkan uang," katanya.(Ef/mul/toeb/c)


<<< Kembali ke halaman sebelumnya 
 
   COPYRIGHT� 2005 DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA, BADAN INFORMASI PUBLIK