Kirim Berita

5,6 JUTA SISWA SMP/MTs/SMA/MA/SMK IKUTI UN TAHUN 2010

Jakarta, 8/2/2010 (Kominfo-Newsroom) - Jumlah peserta Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2009/2010 mencapai 5.616.449 juta siswa. Mereka terdiri atas siswa SMP/MTs/SMA/MA/SMK. Para peserta akan mengikuti UN yang menjadi salah satu penentu kelulusan yang akan dimulai tanggal 22 Maret 2010.

            Sementara itu untuk peserta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) sebanyak 4.256.500, terdiri atas siswa SD sebanyak 3.860.232 siswa dan 396.668 siswa MI. ”Balitbang telah selesai memverifikasi jumlah peserta ujian dari berbagai daerah, kalaupun jumlahnya bergeser, tidak akan banyak,” katanya.
            Menurut Mansyur, berbagai persiapan UN telah dilakukan oleh kementriannya. Kemendiknas juga telah menerjunkan petugas di berbagai daerah untuk mengawasi pencetakan soal. ”Para petugas pencetakan telah disumpah untuk tidak membocorkan rahasia negara,” terangnya.
            Balitbang Kemendiknas RI juga meminta agar perusahaan percetakan yang telah ditunjuk untuk menggandakan naskah soal dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan, di antaranya tidak mengubah master copy soal yang diberikan.
            ”Karena perubahan master soal dapat berujung terhadap lay out soal dan merugikan peserta didik,” tegasnya.
            Saat ini, kata Mansyur, pengamanan soal di percetakan mulai dilakukan. Yang perlu diwaspadai, kata dia, adalah pendistribusian soal di daerah terpencil. Karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah provinsi mengantisipasi persoalan tersebut. Yakni, dengan mengirim naskah soal lebih awal.
            Tak hanya itu, kata dia, pengamanan soal di daerah terpencil bakal diperketat. Sebagian besar pengawas dari perguruan tinggi bakal dikerahkan ke sana, pasalnya, berbagai kecurangan UN sering terjadi di daerah. Hal ini akibat pengawasan yang jauh dari jangkauan.
            ”Karena itu, tahun ini kami tidak ingin kasus itu terulang kembali dan mengantisipasinya sejak awal,” jelas Mansyur.
            Ia mengimbau agar daerah tak perlu risau dengan kekurangan dana UN, sebab Kemendiknas RI bakal mengalihkan dana ujian kesetaraan untuk mengcover ujian ulang. (Ad/ysoel)


<<< Kembali ke halaman sebelumnya 
 
   COPYRIGHT� 2005 DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA, BADAN INFORMASI PUBLIK