|
 |
|
|
85 PERSEN SUMUR DI JAKARTA TERCEMAR BAKTERI “E COLI” Jakarta, 11/3/2010 (Kominfo-Newsroom) – Sekitar 85 persen sumur di Jakarta tercemar bakteri Escherichia Coli (E Coli) karena terkena rembesan limbah septic tank yang dibandung berdekatan dengan sumur tersebut.
Kepala Bidang Pelestarian dan Tata Lingkungan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, Rusman Sagala, mengatakan kepadatan penduduk yang dibarengi tingginya pembangunan di Jakarta telah memicu terjadinya penyempitan lahan. “Sementara sempitnya lahan mengakibatkan warga terpaksa membangun sumur yang jaraknya berdekatan dengan septic tank, sehingga bakteri E Coli dari septic tank dapat mencemari air sumur,” katanya di Jakarta, Rabu (10/3). Bahkan, pihaknya mensinyalir sekitar 85 persen sumur di Jakarta mengandung bakteri E Coli yang dikenal sebagai mikroba yang bisa menyebabkan faktor keracunan pada makanan, karena pengaruh penggunaan air tersebut. Karena itu, pihaknya berharap pembangunan septic tank harus berjarak minimal tujuh meter dari lokasi sumur. Sebab, selama ini padatnya penduduk, mengakibatkan pembangunan septic tank berhimpitan dengan lokasi sumur warga. Untuk itu, ia menganjurkan kepada masyarakat untuk membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) karena dengan IPAL maka feses (kotoran) manusia akan diolah menjadi limbah yang ramah lingkungan, sehingga limbah tersebut tidak akan mencemari lingkungan. "Ini merupakan salah satu cara peduli terhadap lingkungan sekitar," ujarnya menambahkan. Keberadaan IPAL dapat digunakan secara individual ataupun komunal. IPAL individual biasanya digunakan untuk limbah rumah tangga ataupun industri secara pribadi, sedangkan IPAL komunal digunakan untuk pengolahan limbah rumah tangga secara bersamaan dari beberapa rumah. "Di Jakarta IPAL komunal telah digunakan di daerah Setiabudi," katanya. Selain itu, sejumlah industri yang ada di Jakarta juga sudah menggunakan IPAL. Hal tersebut dilakukan untuk menekan pencemaran bakteri, sehingga limbah yang dikeluarkan menjadi ramah lingkungan. (beritajakarta.com/toeb) |
|