|
 |
|
|
PT JM DIMINTA LAPORKAN FINANCIAL CLOSING MONOREL Jakarta, 4/7/2007 (Kominfo-Newsroom) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meminta laporan resmi dari PT Jakarta Monorel, selaku pengembang proyek monorel terkait financial closing yang direncanakan selesai pada Juli ini. “Kami menunggu laporan dari PT JM. Kami harapkan mereka bisa sukses tapi secara formal kami belum menerima laporan dari mereka,” ujar Asisten Pembangunan Pemprov DKI Jakarta, Nusrfaqih Wirawan di Balaikota, Jakarta, Rabu (4/7). Diakuinya, mundurnya jadwal penyelesian financial closing pembangunan monorel yang sedianya direncanakan pada April 2007 lalu karena sulitnya mendapatkan dana dalam jumlah yang cukup besar, meski pemerintah pusat telah meminta bank-bank BUMN untuk mendanai proyek itu. Namun, menurutnya, PT JM lebih mengetahui alasan keterlambatan waktu penyelesaian financial closing tersebut. ”Kemarin diharapkan ada pinjaman dari bank-bank nasional, tapi prosesnya belum selesai, karena skemanya bermacam-macam.” Dia mengatakan, pembangunan monorel untuk kelancaran transportasi di Jakarta adalah kewajiban pemerintah. Untuk itu, dia menyambut baik upaya PT JM yang telah berinisiatif untuk berpartisipasi di dalam pembangunannya. Pemprov tidak dapat mengucurkan dana untuk pembangunan proyek itu karena hal harus mendapatkan persetujuan dari DPRD DKI Jakarta dan dalam APBD 2007 tidak dianggarkan. ”Kami tidak bisa (mendanai pembangunan monorel), itu harus mendapat persetujuan dewan. Tahun ini belum ada (tidak dianggarkan) di APBD, kalau ada harus diproses melalui mekanisme APBD,” katanya. Pemerintah DKI Jakarta sejauh ini hanya dapat memberikan konsesi, sementara dari pemerintah pusat berupa ridership. Jika sudah beroperasi, lanjutnya, maka pemda hanya menanggung softpol (menutup kekurangan jumlah penumpang agar sesuai target, minimum 160 ribu orang). Dia juga menyatakan, pemprov belum berencana mengganti investor selain PT JM sebagai konsorsium yang menangani pembangunan angkutan rel tunggal tersebut. Sementara itu, Direktur PT JM, Sukmawati Syukur mengatakan, dia merencanakan financial closing untuk pembangunan monorel dengan dukungan dari perbankan nasional, selesai bulan Juli 2007. "Setelah itu pembangunannya langsung dimulai bersamaan, karena kami tinggal melanjutkan yang sudah ada. Pembangunan itu untuk mencapai target yang diminta dalam surat Menkeu," ujarnya seraya menambahkan moda transportasi ini mulai beroperasi pada 2010. Sukmawati menambahkan, sesuai rencana meereka akan menyelesaikan pembangunan jalur hijau dan mendahulukan pembangunan konstruksi stasiun-stasiun di daerah yang sibuk, seperti di jalur Kuningan dan Senayan. (mul/id/b) |
|