Jakarta, 5/7/2007 (Kominfo – Newsroom) – Australia dan Indonesia mendiskusikan lebih lanjut mengenai program Paket Keselamatan Transportasi bernilai sekitar Rp178 miliar yang sebelumnya telah dibicarakan dalam pertemuan penerbangan internasional di Bali pada 2-3 Juli 2007 lalu.
John William Humas Kedubes Australia di Jakarta Kamis (5/7), mengatakan bahwa Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, menyambut baik berita kemajuan yang dicapai di Bali dalam mengidentifikasi dimana bantuan ini sebaiknya akan digunakan dan kerja sama erat antara pejabat transportasi kedua negara yang berkelanjutan.
“Lembaga-lembaga transportasi Australia telah bekerja sangat erat dengan mitra Indonesia di beberapa tahun terakhir,” tambahnya.
Paket keselamatan trasportasi ini termasuk program yang didanai Australia sebesar A$1.1 juta (Rp7 miliar) pada tahun 2006-2007 dimana 340 petugas keamanan penerbangan Indonesia telah dilatih hingga mencapai standar internasional sebagai bagian dari proyek keamanan penerbangan Australia di Indonesia.
"Bantuan baru tersebut akan dikembangkan dalam kerja sama yang sangat produktif antara lembaga-lembaga keselamatan penerbangan dan maritim dan kami sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk membangun lingkungan penerbangan yang lebih aman di kawasan,” kata John William.
Otorita Keselamatan Penerbangan Sipil Australia (CASA) juga telah memberi konfirmasi bahwa tiga pengecekan di tempat yang dilakukan pada Garuda tahun ini tidak menemukan masalah berat.
Delegasi Australia yang hadir di Bali antara lain pejabat dari Departemen Transportasi dan Jasa Kawasan (DOTARS), Otorita Keselamatan Penerbangan Sipil Australia (CASA), Air Services Australia dan Biro Keselamatan Transportasi Australia.
Pejabat transportasi senior Australia dan Indonesia telah mendiskusikan rincian bagaimana paket bantuan keselamatan penerbangan dari Australia senilai Rp178 miliar untuk Indonesia akan digunakan di sela-sela Pertemuan Puncak Strategis tentang Keselamatan Penerbangan di Indonesia.
Ketua delegasi Australia Susan Page menyatakan bahwa dengan program bantuan tersebut, yang diumumkan oleh Menteri Perhubungan dari kedua negara pada bulan Mei, Australia akan memberikan dana hampir Rp178 miliar (A$24 juta) selama tiga tahun untuk pelatihan dan bantuan teknis dengan Indonesia dalam mengatasi tantangan berat keselamatan transportasi udara dan laut.
Susan mengaku bahwa pihaknya telah bekerja sama cukup erat dengan pejabat perhubungan Indonesia sejak Mei untuk mengembangkan program ini, sehingga akan menitik beratkan pada bidang-bidang dimana Indonesia sendiri telah identifikasi sebagai prioritas keselamatan.
“Kita mengambil langkah-langkah praktis untuk memastikan perbaikan pengawasan dan jasa keselamatan transportasi di Indonesia,” katanya.
Program tersebut akan menitik beratkan pada peningkatan keterampilan regulator, manajer, penyelidik keselamatan dan penyelenggara jasa lalu lintas udara. (T.Ayu/toeb/b)