Pondok Cabe, Tangsel, 1/2/2010 (Kominfo-Newsroom) – Universitas Terbuka (UT) dan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan dan penandatanganan kerja sama itu dilakukan di Kampus UT di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (1/2).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UT, Prof Ir Tian Belawati, ME.d, Phd dan Ketua Umum Kowani, Dr Dewi Motik Pramono. Pada tahap pertama, sebanyak 230 anggota Kowani akan kuliah di UT untuk tingkat sarjana (S1).
Menurut Dewi Motik, kerja sama di bidang pendidikan itu dilakukan agar manusia Indonesia semakin berkualitas.
“Untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, maka salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan kaum wanita, sehingga para wanita Indonesia menjadi mandiri,” katanya.
Dikemukakan bahwa penguasaan pendidikan formal bagi kaum wanita sangat penting, sehingga diharapkan kaum wanita Indonesia memiliki wawasan yang lebih maju, berkualitas dan bisa mandiri.
Ia menambahkan bahwa kaum wanita memiliki keinginan besar untuk kuliah dan meraih gelar kesarjanaan, namun selama ini mereka tidak tahu dan tidak ada yang memberikan penjelasan cara kuliah di UT.
”Dengan kenyataan itu, maka Kowani berkepentingan untuk menjadi mediator,” katanya.
Menurutnya, banyak kaum wanita setelah menikah berhenti belajar, padahal sebenarnya mereka ingin tetap melanjutkan pendidikan dan kuliah.
“Banyak kaum wanita merasa, setelah mendukung suami mereka maju dan anak-anak mereka sudah besar, mereka ingin kuliah lagi, dan menurut saya, perguruan tinggi yang paling cocok bagi mereka adalah UT,” kata Dewi Motik.
Dikemukakan, saat ini banyak aktifis perempuan, namun bagaimana mungkin mereka itu bisa mengorbitkan kemandirian apabila tidak punya latar belakang pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah basik utama bagi manusia untuk maju.
Oleh karena itu, katanya, ia sangat serius untuk mendorong kaum wanita kembali ke bangku kuliah dan meningkatkan wawasan dan kualitasnya, apalagi di UT tidak ada drop out, dan setiap orang bisa belajar di mana saja dan kapan saja. UT juga mendorong mahasiswa untuk mandiri dan disiplin.
Dewi Motik menjelaskan bahwa anggota Kowani saat ini ada 30 juta orang lebih.
Mengenai biaya kuliah, katanya, akan ditanggung sendiri oleh setiap anggota, bukan oleh Kowani.
“Setiap orang harus mandiri. Saya yakin setiap anggota Kowani akan mampu membiayai sendiri kuliahnya yang hanya Rp 20.000 untuk setiap SKS. Untuk beli lipstik mereka sanggup, masa untuk kuliah tidak sanggup,” katanya.
Ia menambahkan bahwa ia juga telah mensosialisasikan gerakan kaum wanita untuk kuliah di UT, termasuk di berbagai daerah, karena di daerah-daerah ada Badan Kontak Organisasi Wanita (BKOW) dan badan organisasi wanita.
Sementara itu Rektor UT Prof Ir Tian Belawati, Med, Phd, mengatakan, tujuan memperkenalkan UT kepada kaum wanita di Indonesia sangat tepat melalui Kowani, karena Kowani merupakan organisasi wanita yang beranggotakan 80 organisasi wanita di seluruh Indonesia.
“Jaringan Kowani itu luar biasa. Kowani juga sangat aktif dengan program-programnya. UT merasa sangat terhormat bekerja sama dengan Kowani untuk meningkatkan kualitas kaum wanita,” katanya.
Bagi UT, katanya, tidak ada masalah apabila ada kaum wanita yang sudah menikah dan punya anak belajar di UT. “Tidak ada masalah. Mereka bisa belajar fleksibel sesuai kondisi, waktu dan kesempatan masing-masing,” katanya.
Menurut Prof Tian, kuncinya adalah disiplin dan mandiri. Tidak ada alasan umur atau tinggal di pedesaan, karena UT menawarkan sistem belajar secara online.
“Kaum wanita bisa belajar di UT, dan dijamin UT adalah perguruan tinggi negeri berkualitas, bukan perguruan tinggi abal-abal,” katanya.
Ia menyatakan siap untuk memberikan penjelasan di hadapan anggota Kowani di seluruh Indonesia, sehingga akan semakin banyak kaum wanita kuliah dan meningkatkan wawasan dan kualitas pendidikannya.
Anggota Kowani, katanya, bisa kuliah di jurusan yang sesuai dengan kebutuhan dan minatnya, apalagi anggota Kowani juga banyak yang jadi pengusaha atau berwiraswasta.
Sementara itu mengenai kerja sama dengan Polri, Prof Tian menjelaskan bahwa saat ini kerja sama itu sedang dibahas di tingkat Polda dan Polres serta di masing-masing Unit Pelayanan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ).
“Belum pasti berapa tahap pertama anggota Polri akan kuliah di UT, namun menurut Kapolri, target seluruhnya akan ada sebanyak 100 ribu anggota Polri akan kuliah di UT untuk program S1,” katanya. (T.Ad/ysoel)