|
 |
|
|
DKI JAKARTA AKAN BANGUN DUA TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH BARU Jakarta, 8/2/2010 (Kominfo-Newsroom) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), yaitu TPST Marunda dan TPST Ciangir, yang diharapkan bisa beroperasi tahun 2012 karena keberadaan TPST Bantar Gebang dan Sunter sudah tidak tidak sanggup menampung volume sampah Jakarta. "Kedua TPST Bantar Gebang dan Sunter, saat ini sudah tidak mampu lagi menampung volume sampah Jakarta yang setiap harinya mencapai sekitar 6.500 ton, sehingga perlu dibandung dua TPST lagi,” kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna di kantornya, Sabtu (6/2). Untuk TPST Ciangir, proses pra-analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) dan studi kelayakannya sudah rampung. Kemudian akan dilanjutkan dengan penandatangan perjanjian kerja sama antar daerah (PKSAD) antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Diharapkan penandatanganan tersebut bisa dilakukan akhir Februari 2010, sehingga lelang bisa mulai dibuka pada Maret 2010. TPST Ciangir yang berlokasi di Kecamatan Legok ditargetkan sudah bisa beroperasi awal 2011. Sedangkan TPST Marunda ditargetkan sudah dapat menampung sampah Jakarta 2012 mendatang. Pembangunan TPST Marunda ini akan dilaksanakan setelah TPST Ciangir selesai dibangun, dan sebelum dibangun akan dilakukan kajian kelayakan (study feasibility) oleh konsultan independen pada pertengahan tahun 2010. “Lelang TPST Marunda akan dibuka setelah lelang TPST Ciangir. Rencananya lelang fisik akan dilakukan akhir 2010. Tahun 2011 pembangunan fisik dimulai dan ditargetkan tahun 2012 sudah bisa beroperasi," katanya. Pengelolaan TPST Marunda akan dilaksanakan murni oleh swasta dengan nilai investasi sebesar Rp600 miliar, sedangkan sistem yang akan digunakan yakni sistem bio metanisasi. Diperkirakan enam bulan setelah proses pengolahan dimulai, TPST Marunda baru bisa menghasilkan listrik sebesar 10 MW. Eko menargetkan pada 2012, seluruh TPST di Jakarta sudah bisa beroperasi maksimal, dan sekaligus mengurangi beban volume sampah di Bantar Gebang. Dengan volume sampah sebanyak 6.500 ton per hari di Jakarta, pada 2012 pengolahnnya akan didistribusikan sebesar 3.500 di TPST Bantar Gebang, 1.500 ton TPST di Ciangir, 1.000 ton di TPST Sunter, dan sisanya di Marunda yang baru mampu menampung sebesar 300 ton sampah. Anggaran pengelolaan sampah di DInas Kebersihan dalam empat tahun terakhir, kata Eko, mulai diefisiensikan dengan sistem swastanisasi yang dilakukan Pemprov DKI. Tahun 2008, anggaran di Dinas Kebersihan senilai Rp612 miliar dan tahun 2009 Rp588 miliar. Tahun ini, anggaran dialokasikan sekitar Rp600 miliar, menyusul adanya pengalihan tunjangan kinerja daerah PNS Sudin yang dialihkan pada anggaran Dinas Kebersihan. (beritajakarta.com/toeb) |
|