|
 |
|
|
POLRI AKUI TELAH MILIKI SIDIK JARI TERORIS DULMATIN Jakarta, 10/3/2010 (Kominfo-Newsroom) - Kepolisian RI (Polri) menyatakan telah memiliki sidik jari pelaku tindak terorisme Dulmatin, menyusul tewasnya tiga tersangka terorisme di Pamulang, Banten, Selasa (9/3), dan tinggal mencocokan sidik jari tersebut.
"Di Polri sudah ada sidik jarinya dan tinggal mencocokkan saja," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Jakarta, Rabu (10/3). Menurutnya, untuk menentukan identitas jasad seseorang, cukup dilakukan dengan uji sidik jari tanpa harus melalui tes DNA. "Jadi uji sidik jari sudah cukup valid dan tidak harus melalui DNA. Sidik jari merupakan sarana identifikasi ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan selain uji DNA," ujarnya. Dulmatin menjadi salah satu buronan kasus Bom Bali 2002 yang mengakibatkan 202 orang tewas. Dulmatin yang berasal dari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, diduga lama berada di Filipina. Nama Dulmatin kembali muncul karena diisukan sebagai jenazah yang tewas tertembak polisi dalam penangkapan di Jl Siliwangi, Pamulang, Tangerang, Banten, Selasa (9/3). Polri sendiri dalam penggerebekan di Pamulang tersebut, menyebutkan bahwa tersangka yang tewas adalah YI alias M, R dan H sedangkan yang tertangkap adalah BR alias AH dan SB alias I, belum ada kepastian adanya Dulmatin yang tewas tertembak. Polisi juga mengamankan satu wanita dan tiga anak di lokasi penangkapan YI, dan juga membenarkan adanya penemuan laptop di rumah dr Fauzi di Gang Asem dalam penggerebekan oleh Densus 88 itu. "Tapi kami sedang mencari keterkaitannya, karena di dalamnya ada email. Akan kami telusuri email itu dikirim siapa dan itu masih kita selidiki," ujar Kepala Badan Reserse dan kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Ito Sumardi. (T.Ty/toeb) |
|