Jakarta, 10/3/2010 (Kominfo-Newsroom) – Menteri Sosial RI Salim Segaf Al-Jufri secara simbolis menyerahkan Bantuan Dana Pendidikan (BDP) tahun 2010 dari Yayasan Yatim Mandiri sebesar Rp 8.128.827.500 kepada anak yatim.
BDP tahun 2010 tersebut diberikan dalam dua periode, pertama akan disalurkan sebesar Rp 3.278.827.500 untuk 14.279 anak yatim, mulai dari jenjang pendidikan SD hingga SMU yang tersebar di 16 cabang Yayasan Yatim Mandiri, sedangkan sisanya akan diberikan pada periode kedua, bulan Agustus 2010.
“Kementerian Sosial RI mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada Yayasan Yatim Mandiri yang telah menghimpun dana umat, dan kegiatan yang dilakukan sangat membantu pemerintah,” kata Mensos saat launching BDP Bagi Anak Yatim dan MoU program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) Kemsos RI dengan Yayasan Yatim Mandiri di Jakarta, Rabu (10/3).
Menteri Salim Segaf Al-Jufri mengatakan, kegiatan tersebut selaras dengan program yang dilakukan pemerintah melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) sebagai upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial.
Program kesejahteraan sosial anak itu, katanya, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, yang meliputi bantuan/subsidi pemenuhan dasar, aksesibilitas pelayanan sosial dasar, penguatan orangtua/keluarga, dan penguatan lembaga kesejahteraan sosial anak.
Sedangkan MoU yang ditandatangani dengan yayasan, katanya, bertujuan untuk meningkatkan pola pengasuhan dan perlindungan anak yatim yang kurang mampu sehingga mereka dapat mengikuti pendidikan, memperoleh pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, bimbingan keagamaan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“PKSA bagi anak-anak yatim yang kurang mampu merupakan salah satu model pelayanan, karena anak yatim yang terjangkau pelayanan oleh Yayasan Yatim Mandiri merupakan anak-anak yang mendapatkan pengasuhan yang berbasis keluarga,” katanya.
Menurutnya, anak-anak yatim itu akan tetap mendapatkan kasih sayang dari ibunya atau keluarganya, dan mereka dibantu untuk pemenuhan kebutuhan dasarnya, misalnya mendapatkan beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan bimbingan nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu di tempat sama, Direktur Yayasan Yatim Mandiri, Zakaria,SAg menjelaskan, BDP Yatim Mandiri merupakan sumbangan pendidikan dari para donator Yatim Mandiri yang saat ini sudah mencapai 69.495 donator.
“Dana bantuan itu kami berikan kepada anak-anak yatim, mulai dari kampung kumuh di Jakarta hingga di pulau terkecil di Madura. Jika anak-anak yatim tersebut ingin kuliah, maka kami siap menampung mereka di kampus kami di Mandiri Enterpreneur Center. Mereka tinggal belajar dan beribadah saja, sebab semua biaya kuliah ditanggung Yatim Mandiri,” katanya.
Ia menjelaskan, kiprah Yatim Mandiri dimulai sejak tahun 1994 di Surabaya, yang saat itu masih bernama Yayasan Pembinaan & Pengembangan Panti Asuhan dan Anak Purna Asuh (YP3IS).
Perubahan menjadi Yatim Mandiri, katanya, dilakukan pada tahun 2008 di hadapan notaris Maya Ekasari Budiningsih, SH dengan akte notaris no. 12/2008, dan telah didaftarkan ke Depkumham RI dengan nomor AHU-2413.AH.01.02.2008.
Setelah 15 tahun berkiprah, katanya, Yatim Mandiri adiri telah menjadi media sinergi kepedulian para muzaki kepada mustahik.
Dikemukakan, sebagai upaya serius perluasan penerima manfaat program, kantor Yatim Mandiri hingga tahun 2010 ini telah tersebar di 16 cabang, yakni di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, dengan jumlah donator aktif 69.495 orang.
“Sejak program BDP diluncurkan 16 tahun yang lalu, Yatim Mandiri telah berhasil menyalurkan total bantuan sebesar Rp 11.871.075.800 kepada 57.302 anak yatim,” katanya. (T.Gs/ysoel)