Kirim Berita

STIMULUS PROGRAM TRANSMIGRASI BUTUH ANGGARAN RP 5 TRILIUN

           Jakarta, 10/3/2010 (Kominfo-Newsroom) - Menteri Tanaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans RI) Muhaimin Iskandar mengatakan, salah satu kendala suksesnya program ketransmigrasian disebabkan minimnya anggaran yang tersedia, yakni hanya sebesar Rp 1,5 triliun.

Menurutnya, untuk mendukung program transmigrasi di seluruh Indonesia, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk stimulus pembangunan infrastruktur dan investasi kawasan transmigrasi.

“Tidak mungkin pengembangan transmigrasi hanya didanai Rp 1,5 triliun. Apalagi saat ini ada 44 kawasan kota terpadu mandiri (KTM) yang akan dikembangkan sampai 2014 guna membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Muhaimin dalam acara Dialog “Keberhasilan Transmigrasi dan Peluncuran Buku Transmigran Bisa” di Jakarta, Rabu (10/3).

Dengan kondisi yang demikian, katanya, kementeriannya merencanakan untuk melakukan penggalangan dukungan dari lintas-kementerian dan lintas-sektoral, hal itu sebagai upaya bersama dalam mendukung Program Transmigrasi menjadi Program Prioritas Nasional pada tahun 2011.
            “Kami akan meningkatkan kerja sama ini dengan membuat Surat Keputusan Bersama (SKB)  lintas-kementerian untuk mendukung program transmigrasi menjadi program prioritas nasional,” kata Muhaimin.
            Dia menjelaskan, Kemnakertrans RI selama ini telah merintis kerja sama dan melakukan penandatanganam MoU dengan Kementerian Perhubungan RI, Kementerian PU, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, dan secara lintas-sektoral.

“Dengan adanya kerja sama lintas-sektoral, maka program transmigrasi diharapkan menjadi lebih komprehensif, sehingga secara otomatis anggaran untuk program ini akan bertambah,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini, masing-masing pihak memiliki prioritas program tersendiri, sehingga pemerataan pembangunan infrastruktur yang dilakukan tidak terarah, padahal dibutuhkan kerja sama untuk menyambungkan pusat pusat pertumbuhan, misalnya dalam hal pembangunan jalan dan persediaan listrik baru.

“Kementerian ini akan terus menerus meyakinkan berbagai pihak, juga Presiden, agar transmigrasi menjadi program prioritas nasional, dengan demikian, pembangunan dan penggunaan anggaran akan menjadi lebih fokus untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional,” katanya.
           

Semangat Kewirausahaan

            Sementara itu dalam dialog mengenai transmigrasi, diketahui bahwa program transmigrasi berhasil menumbuhkan semangat kewirausahaan dan melahirkan banyak pengusaha lokal.

Menurut salah seorang anak transmigran, I Ketut Pasek, keberhasilan transmigrasi sangat nyata, karena semua orang bisa menyaksikan banyak daerah berkembang karena keberadaan kawasan transmigrasi.
            Hal senada dikatakan seorang transmigran yang sukses, Iwan Septiawan. Menurutnya, banyak para transmigran berhasil sebagai pengusaha perkebunan dan pengusaha transportasi.

"Mudah-mudahan pengalaman kami dapat menginspirasi Saudara-saudara kami di Pulau Jawa bahwa program transmigrasi merupakan jalan untuk meningkatkan taraf hidup dan memberikan lapangan pekerjaan," kata Iwan.
            Salah seorang pembahas yang juga wartawan senior Kompas, J. Osdar mengatakan bahwa transmigrasi di masa lalu menjadi salah satu program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan, sedangkan pada masa reformasi, program transmigrasi diproyeksikan menjadi program kewirausahaan dan titik tumbuh kawasan perekonomian baru di daerah.

“Transmigrasi tidak bisa dielakkan, dan telah terbukti menjadi sentra baru perekonomian yang menopang daerah di sekitarnya,” katanya.

Dialog ini dihadiri para transmigran yang berhasil dari berbagai lokasi transmigrasi. Mereka membagi pengalaman dan menceritakan kisah kerja keras mereka sebagai transmigran. (Az/ysoel)


<<< Kembali ke halaman sebelumnya 
 
   COPYRIGHT� 2005 DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA, BADAN INFORMASI PUBLIK