|
 |
|
|
PEMERINTAH BENTUK TIM NASIONAL PENANGGULANGAN KEMISKINAN Jakarta, 10/3/2010 (Kominfo-Newsroom) – Menteri Sosial RI Salim Segaf Al-Jufri menyatakan bahwa pemerintah sangat serius untuk mengurangi, mengentaskan dan menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia. Beberapa langkah nyata yang terus dilakukan pemerintah adalah melalui program pemberdayaan masyarakat, di antaranya program nasional pemberdayaan masyarakat, UKM, kelompok usaha bersama, dan program keluarga harapan, kata Mensos seusai launcing Bantuan Dana Pendidikan bagi Anak Yatim dan MoU Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) antara Kemsos dan Yayasan Yatim Mandiri di Jakarta, Rabu (10/3). “Untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di Indonesia, dalam Rakor Nasional mengenai Kemiskinan yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (10/3), pemerintah akan membentuk sebuah tim nasional untuk penanggulangan dan pengentasan kemiskinan. Tim itu akan dipimpin Wapres Boediono,” katanya. Dengan demikian, katanya, program pemerintah untuk penanggulangan dan pengentasan kemiskinan menjadi lebih fokus. Tim nasional itu didukung oleh sinergi yang terkoordinasi di antara kementerian terkait dan 19 lembaga pemerintah/negara yang mengurusi masalah kemiskinan. “Mudah-mudahan akan terjadi akselerasi percepatan dalam menyelesaikan masalah kemiskian. Walaupun banyak titik kemiskinan, dengan sinergi yang terkoordinasi, diharapkan program penanggulangan dan pengentasan masalah kemiskinan dapat dipercepat,” kata Mensos RI. Tim nasional yang akan dibentuk tersebut, katanya, akan melihat titik kemiskinan melalui data base yang tengah dikerjakan dan diharapkan akan selesai pada Mei 2010. Badan Pusat Statistik (BPS), katanya, akan mendata dan melakukan sensus penduduk serta melihat langsung dari dekat mengenai titik-titik kemiskinan itu, sehingga akurasi datanya dapat sesuai dengan data base. “Sebenarnya saat ini data base itu sudah ada, tetapi sifatnya memang dinamis, karena jumlah angka kemiskinan itu bisa bertambah atau berkurang,” katanya. Mensos menjelaskan, tanpa ada data base yang akurat, maka input ke komputernya juga tidak akan menghasilkan angka yang pasti, karena itu, pihaknya ingin memastikan akurasi datanya itu melalui pendataan yang dilakukan BPS. Data yang akurat, katanya, sangat penting karena berkaitan dengan masalah sosial, kesehatan, bahkan berkaitan erat dengan persoalan pendidikan. Namun ia menjelaskan bahwa pemerintah telah manargetkan pada tahun 2014 tercapai penurunan jumlah angka kemiskian antara delapan hingga 10 persen. (T.Gs/ysoel) |
|